Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cita-cita Jadi Abdi Negara Tercapai

Melalui Kesaksian saya ini semoga para pembaca bisa berfikir sekali lagi untuk tetap menggunakan jalan mulus mujur dan pastinya halal dan di ridloi oleh Allah SWT dengan mengamalkan Doa atau amalan Nur Dzakiyah. Mengapa demikian? Karena Saya Bukti bahkan saksi nyata. Sejak kecil saat itu saya masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar) ketika Guru saya bertanya “apa cita-cita kamu?” dengan enteng saja saya menjawab “Polisi Bu”.Saat itu karena mungkin saya belum tahu kalo cita-cita yang mulia itu perjuangannya sungguh berat untuk diwujudkan. Karena tahu sendiri kan, bagaimana persaingannya.

Setelah saya duduk di Bangku SMA saya mulai menyadari bahwa untuk menjadi abdi negara haruslah memiliki mental baja, kecerdasan dan tekad yang kuat. Sejak SMA saya mulai aktif mengikuti kegiatan sekolah seperti Pramuka dan Ubaloka, hal ini saya lakukan karena saya ingin sekali menjadi seorang polisi yang gagah berani. Tetapi Tak Semudah itu, setelah lulus sekolah saya mengikuti pendaftaran sebagai anggota polisi, tapi sayang saya tidak lolos.

Saya kurang tau apa kelemahan saya, padahal secara fisik saya kuat. Tetapi saya tidak menyerah dan kemudian down saat itu Juga. Saya juga sempat berfikirbahwa di dalam kompetisi seperti ini pasti ada permainan uang ataupun nepotisme. Karena Saya Juga mendengar slentingan-slentingan miring tentang itu. Saya mencoba mengabaikannya walaupun sulit. Dikegalauan saya karena kegagalan itu saya mencoba mencari jalan lainnya, kemudian kakek saya yang juga merasa kecewa menganjurkan saya untuk belajar ilmu Kecerdasan Nur Dzakiyah, barangkali bisa membantu.

Lalu saya mencari-cari informasi kemana-mana mengenai Ilmmu tersebut. Nah sampai akhirnya saya menemukan situs www.nurdzakiyah.com, singkat cerita saya memesan ilmunya. Satu tahun saya hafalkan, tapi tidak rutin dan tidak sepenuh hati, karena jujur saja, saya malas jika harus membaca ini itu dan juga saya sering lupa. Lalu setahun kemudian saya mencoba untuk mendaftar lagi, karena saya PD dengan diri saya sendiri kan sudah mengamalkan Ilmu kecerdasan Nur Dzakiyah, Pasti Saya Bisa. Namun setelah pengumuman, saya kembali Kecewa, karena saya tidak lolos lagi.

Saya Sedikit ragu pada ilmu ini. Dan saya hubungi Jeng Irma Lagi. Ternyata beliau tahu bahwa saya tidak serius dalam mengamalkan ilmu ini, dan beliau menyarankan agar saya rutin, serius dan ikhlas. Saya kan jadi termotivasi, dengan itu saya kembali mengamalkannya dengan ikhlas dan rutin. Tahun berikutnya saya mencoba mengadu peruntungan lagi untuk mendaftakan diri jadi Abdi Negara. Sedikit Cemas, namun saya sangat yakin kali ini bahwa saya masuk. Dan ternyata, Subhanaloh, sujud syukur, Pantaukir selesai, Pengumumanpun akhirnya datang juga, Alhamdilillahirrobil alamin,,, saya lulus keseluruhan test, dan saya bisa melanjutkan ikut pendidikan Seba di Pekanbaru. pendidikan selama 6 bulan juga saya serius berlatih dan tetap mengamalkan ilmu kecerdasan Nur Dzakiyah.

Dan sekarang Alhamdulillah, Keluarga saya sangat bangga pada saya. Bahwa saya bisa mewujudkan cita- cita saya dari kecil dan bisa menyungginkan senyum di wajah ibu saya. Karena melihat anak kebanggaannya bisa jadi putra terbaik bangsa. Dan saya berjanji pada diri saya sendiri, bahwa ekonomi keluarga tidaklah bisa menjamin kesuksesan anak, buktinya saya hanya seorang anak buruh pabrik. Tetapi Saya bisa menjadi polisi. Sujud syukur, dan saya berjanji akan menjadi abdi negara yang jujur dan tidak menyalah gunakan pangkat dan kedudukan saya, karena saya menyadari bahwa semua ini hanyalah titipan serta amanahdari Allah SWT yang harus saya jaga.

Budi (Nama Samaran)

Amalan Lainnya: